MAJENE – serigala petir, Komitmen Pemerintah Kabupaten Majene dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal kembali ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Majene, H. Andi Syukri Tammalele, pada kegiatan Persahabatan Antar Perguruan Pencak Silat yang digelar di Teppo, Kelurahan Baru, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Pencak Silat Tradisional “Pamacca”, yang telah lama menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Mandar. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarperguruan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan syukuran pernikahan keluarga pimpinan Perguruan Pencak Silat Tradisional Sipakainga Bolong Galenrong.
Ratusan peserta dan masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan berbagai atraksi seni bela diri tradisional yang ditampilkan oleh masing-masing perguruan. Selain mempertontonkan kemampuan teknik bela diri, para pesilat juga menunjukkan nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, serta penghormatan terhadap adat dan budaya yang menjadi ciri khas pencak silat tradisional di tanah Mandar.

Sejumlah perguruan pencak silat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Perguruan Pencak Silat Sipakainga, Tapak Suci, Wali Mandar, Saimasei Malino, Bukit Selamat, Naga Kembar, serta beberapa perguruan pencak silat lainnya yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Majene.
Kehadiran Bupati Majene menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pelestarian seni bela diri tradisional sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, membentuk karakter generasi muda, serta memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Momentum persahabatan antarperguruan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antaranggota perguruan pencak silat, sekaligus memperkenalkan budaya Pamacca kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pencak silat tradisional tidak hanya dipandang sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya daerah yang harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai kekayaan budaya Kabupaten Majene.