Majene  

Pemberian dana hibah untuk kejaksaan, sekda majene enggan berkomentar , wakil bupati sebut: di larang

Majene – serigala petir , Polemik pemberian dana hibah untuk pembangunan mess sekaligus perbaikan kantor kejaksaan, dari APBD, melalui dinas pupr kabupaten Majene, kembali bergulir ,sekertaris daerah,
Haji ardiansyah, yang di konfirmasi langsung oleh media serigala petir saat menghadiri rapat, paripurna di Kantor, DPRD kabupaten Majene, enggan berkomentar 9/7/2026.

Tidak sampai disitu ardiansyah kembali di konfirmasi melalui chat whatsapp namun jawabannya tidak bersedia di wawancara lalu kemudian mengarahkan untuk wawancara ke kepala Badan keuangan dan aset daerah(BKAD)

Penting Dibaca  Lewat Podcast RAM FM, Diskominfo Majene Gencarkan Nilai BerAKHLAK ASN

“Tidak usah saya di wawancara ke kepala BKAD saja ucapnya singkat

Kepala Badan keuangan dan aset daerah rudi hartanto, yang coba di konfirmasi melalui chat whatsapp belum memberikan jawaban soal dana hibah untuk kantor kejaksaan negeri majene.

anehnya,secara terpisah, wakil bupati andi rita Mariani yang di coba di minta komentar di ruangannya, mengatakan, bahwa instansi vertikal di himbau oleh, KPK tidak boleh, mendapatkan anggaran hibah dari pemerintah daerah karena sudah mempunyai anggaran sendiri atau di biayai APBN

Penting Dibaca  Pick Up Tabrak Kerumunan di Pasar Somba Tewaskan 2 orang dan Lukai Sejumlah Warga, Ternyata ini Pemicunya

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang pemerintah daerah (Pemda) memberikan dana hibah dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada instansi vertikal (termasuk kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan di daerah). Larangan ini ditegaskan Ketua KPK Setyo Budiyanto untuk mencegah potensi konflik kepentingan dan penyimpangan, mengingat operasional instansi vertikal telah didanai penuh oleh APBN”
Aturan lengkapnya silahkan cari yang jelas ada aturan yang baru keluar , tegasnya

Penting Dibaca  Wamen HAM RI Kunjungi Majene, Perkuat Sinergi Pemenuhan Hak Asasi Manusia

Pemberian dana hibah oleh pemerintah daerah kabupaten Majene untuk instansi vertikal menimbulkan tanda tanya sekaligus kecurigaan, ditengah publik kenapa yang dapat justru kantor yang bekerja di wilayah penegakan hukum contohhya kantor kejaksaan negeri majene. Semoga tidak menjadi penghalang dalam penegakkan hukum di wilayah Kabupaten Majene.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *