Majene – serigala petir, Kelangkaan, bahan bakar, disertai antrean panjang di sejumlah SPBU di kabupaten majene tidak terkecuali, di SPBU kecamatan tammerodo kabupaten majene provinsi Sulawesi Barat, mengungkap sederet dugaan, salah satunya terjadinya dugaan uang tambahan untuk pembelian pengisian jenis jergen
Dugaan tersebut muncul saat salah satu anggota DPRD husail mempertanyakan ke manager SPBU tammerodo (basri) apakah benar dugaan tersebut di acara rapat dengar pendapat komisi ll yang di hadiri beberapa anggota DPRD, dinas kelautan dan perikanan,dinas pertanian dan peternakan, serta sejumlah manager SPBU wilayah kabupaten Majene.
7/9/2026
“Apakah benar bahwa di SPBU tammerodo terjadi istilah uang jergen atau ada uang tambahan tolong di jelaskan pak manager karena saya menginginkan, mendengar langsung jawaban ucap husail
Di tambahkan husail bahwa tidak boleh terjadi Istilah uang jergen apalagi yang membeli adalah nelayan atau petani, yang mengantongi rekomendasi dari dinas perikanan atau dinas pertanian, kecuali memang mereka yang memberi,bukan karena jadi kewajiban
” Kalau memberi silahkan tapi karena kemauan sendiri ,bukan karena kewajiban atau permintaan pihak SPBU karena, jelas itu pelanggaran tidak ada istilah uang bonus untuk pembeli jergen apalagi pembeli yang mengantongi rekomendasi sebagai nelayan atau petani dari dinas Kelautan dan perikanan dengan dinas pertanian tegas husail.
Sementara manager SPBU tammerodo basri yang menjawab pertanyaan husail mengatakan bahwa soal dugaan terjadinya uang tambahan, untuk pembelian jenis jergen, di wilayah SPBU tammerodo di luar pengetahuannya, sambil berjanji mengevaluasi operator yang bekerja
“Mohon maaf kami tidak mengetahui soal itu pak dewan tapi nanti kami evaluasi operator kami ucapnya singkat.
Dengan munculnya dugaan uang tambahan pembelian bahan bakar di SPBU tammerodo di pengisian jergen patutlah penegak hukum tidak tinggal diam dengan melakukan tindakan tegas
penulis aldo