Sulbar-serigala petir, Maraknya dugaan beras oplosan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, adalah salah satu tindakan kejahatan yang perlu di waspadai, tindakan, Mengoplos beras menjadi salah satu modus mafia beras. Atau mencampur, beras subsidi, dengan beras,yang bermerek atau berkualitas, lalu di kemas, untuk di perdagangkan sehingga si oknum mafia beras, mendapatkan untung yang tinggi.
Atas dasar itulah salah satu masyarakat, Sulbar, deni angkat bicara dengan,meminta pihak kepolisian wilayah polres majene, besama wilayah polres Polman atau polda sulbar untuk mengawasi, penyimpanan beras, di gudang bulog, di kelurahan totoli, kecamatan Banggae kabupaten majene, serta gudang Bulog desa campurjo kecamatan Wonomulyo kabupaten polman wilayah provinsi Sulawesi Barat agar tidak terjadi perbuatan yang serupa 18/6/2026
Menurut, deni tanpa pengawasan dan pemantauan yang extra ketat , dugaan pengoplosan beras sangat mungkin terjadi, apalagi di tambah munculnya keinginan, untuk, mendapatkan untung yang tinggi,
“Banyak mafia beras yang sudah menjadi tangkapan akibat mengoplos beras,di luar daerah Sulbar ,jadi untuk mencegah perbuatan tersebut terjadi di majene atau di Polman, di harapkan agar pihak kepolisian ,turun tangan.kalau perlu pasang CCTV di gudang dolog,yang berhubungan dengan polisi, agar lebih mudah di pantau, dan memudahkan penangkapan, karena tidak menutup kemungkinan dugaan permainan beras dapat tertutupi, apabila mereka di beri tahu, terlebih dahulu, gudang bulog, akan di sidak , dan sebaiknya harus secara dadakan tanpa di beri tau agar mudah di ketahui apakah terjadi tidaknya dugaan pengoplosan beras.
“Siapa yang menjamin kalau beras di gudang dolog, tidak terjadi pengoplosan, sedangkan kantor dan gudang sangat tertutup rapat, dengan penjagaan security, tidak ada yang mengetahui, selain mereka dan Tuhan, untuk itu sebaiknya beras yang di simpan,di gudang dolog ,harus di awasi ketat, termasuk aktivitas yang bertanggung jawab, atas gudang tersebut ucap deni
Dirinya lalu mengajak masyarakat agar lebih jeli dalam membeli beras tidak lupa memeriksa, beras yang di beli, untuk menjamin apakah kwalitas beras sama antara isi dengan beras yang punya merek.
“Sebaiknya masyarakat lebih jeli atau teliti ketika membeli beras yang pasti akan di konsumsi, jangan sampai beda isinya dengan merek ,bagus merek atau kemasannya bagus, tapi isinya tercampur beras yang jelek, dengan beras yang berkualitas tambah deni .
hingga berita di terbitkan belum terdapat keterangan resmi dari polres Majene atau polres polman